
Khusus bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung koroner (PJK)
dalam keluarga, melakukan cek kesehatan secara rutin sejak dini bahkan
disarankan.
"Riwayat keluarga dengan PJK
merupakan salah satu faktor risiko PJK,
sehingga mereka yang memilikinya sebaiknya perlu diperiksa kesehatannya sedini
mungkin," papar pakar jantung .
jika memiliki bapak atau ibu yang terkena serangan jantung di usia muda,
kurang dari 40 tahun, risiko seseorang untuk juga mengalami serangan jantung di
usia muda juga meningkat. Kabar baiknya, faktor risiko dapat dikontrol dengan
rutin cek kesehatan.
"Bila hasil pemeriksaan medisnya baik, seperti kadar kolesterol normal,
tidak intoleransi glukosa, tidak tekanan darah tinggi, tidak obesitas, maka cek
kesehatan sebaiknya rutin dilakukan setiap tahun," ujarnya.
Sementara itu, jika hasil pemeriksaan medisnya kurang baik, maka perlu
dilakukan pemeriksaan lagi dalam waktu dekat. Dengan catatan, dalam periode
waktu dari pemeriksaan pertama dengan selanjutnya, pasien perlu mengubah gaya
hidup atau diberi intervensi obat-obatan.
Jika sudah ada perbaikan dalam jangka waktu tersebut, maka frekuensi jarak
periode pemeriksaan bisa diturunkan.
Pemeriksaan kesehatan rutin umumnya dilakukan di usia 30-an,
tetapi jika memiliki banyak faktor risiko, sebaiknya dimulai di usia 20-an, bahkan belasan.
tetapi jika memiliki banyak faktor risiko, sebaiknya dimulai di usia 20-an, bahkan belasan.
Selain itu, sebaiknya pemeriksaan
kesehatan rutin dilakukan di satu tempat layanan. Ini bertujuan agar dokter
yang sama dapat mencatat semua perkembangan yang ada pada setiap pasiennya.
Perubahan gaya hidup untuk mengontrol
faktor risiko bisa dilakukan dengan mengatur pola makan lebih sehat, lebih
aktif bergerak dan olahraga, berhenti merokok, hingga cukup tidur.
Jadi berhati-hatilah terhadap penyakit jantung jangan
anda menganggap penyakit biasa. Karena jantung salah satu organ tubuh yang
tidak bias diperintah oleh otak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar